19

1962 Kata

"Auh.." ringis Rachel saat seseorang menabrak bahunya dengan kuat dan jelas ia menyadari kalau hal itu dilakukan dengan sengaja. "Eh liat-liat dong kalau jalan" bentak Lidya yang saat itu memang bersama Rachel hendak menuju kantin dimana Megan dan Ruth sudah menunggu. Cewek yang sudah menabrak bahu Rachel tadi memutar tubuhnya dengan senyum sinis memandang Rachel dan Lidya bergantian "Dasar jalang kecil, lo jual tubuh lo berapa sama pak Arga sampai dia mau sama lo?" cetus cewek itu dengan mimik menyepelekan. "Sialan, jaga ya omongan lo" maki Lidya tak terima. Ia memang paling gatal untuk memaki orang yang tak bisa menjaga ucapan di depannya, jadi jangan salahkan kalau dirinya terus mengumpat jika sedang marah. Itu memang kebiasaan paling buruk yang ada di dalam dirinya. "Lo kenapa? Lo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN