Arga menghela nafas kasar sambil meletakkan tasnya di atas sofa. Ia memainkan ponselnya sejenak setelah membaca beberapa chat yang berasal dari mahasiswa atau bahkan rekan kerjanya. Ia memijat pelipisnya yang terasa sedikit pusing dan sekarang tak ada yang menggantikan tangannya karena Rachel tak ada di sana. Biasanya setelah pulang, Rachel akan menyambutnya lalu menawarkan dibuatkan minuman yang dalam waktu sepuluh menit pasti sudah terhidang di depan Arga. Biasanya wanita itu akan mengomelinya jika tak kunjung mandi atau justru ia akan mengomel pada Rachel jika Rachel tak mengerjakan tugasnya, tetapi malah sibuk bersantai ria. Setelah kepulangannya terakhir kali ke rumah baru dan berujung pertemuan dengan Rachel membuatnya memilih tinggal di apartemen saja setelah Rachel juga memutusk

