38. revisi

1947 Kata

Rachel menyipitkan matanya untuk mencari sosok Ruth di tengah keramaian kafe lalu berjalan lebih ke dalam begitu melihat Ruth sedang melambaikan tangan padanya dengan senyum yang menghiasi wajahnya. Ya, mereka memang janjian kemarin, ketika Rachel sibuk dengan ponselnya dan mendapat ajakan bertemu oleh Ruth apabila ia sudah selesai kelas. “Sorry lama” ujar Rachel dengan canggung meski ia tak ada masalah sama sekali dengan Ruth, namun karena Ruth juga ikut mendiaminya dan ia pun bersikap begitu, maka jelas saja mereka akan merasa sama-sama kurang nyaman untuk bersikap bagaimana mestinya. “Nggak apa-apa, gue juga barusan datengnya. Pesen dulu” ujar Ruth sambil menyodorkan buku menu pada Rachel. Ia sendiri sudah memesan minum tapi, masih belum memesan makanan. Rachel menyambutnya lalu mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN