45

1855 Kata

Arga hanya menatap punggung Rachel karena posisi tidur wanita itu yang membelakanginya, sesekali tangannya terangkat karena ingin melingkarkan tangannya di perut Rachel yang datar, namun ia tahan demi kenyamanan wanita itu “Ra, aku belum ngantuk” ujarnya. “Mau dibuatin kopi?” tanya Rachel tanpa memutar tubuhnya. “Mau peluk kamu, boleh?” balasnya, berhasil membuat Rachel membeku dan meneguk ludahnya berkali-kali menghindari kelemahan matanya yang kini berkaca-kaca. Sejak tadi ia ingin menangis karena perasaan kesal akan kejadian di pernikahan Rainhard, tetapi ia menahannya karena ada Arga. “Sejak kamu tinggal, aku jadi susah tidur. Sepertinya pelukan adalah obat yang manjur, jadi aku memberanikan diri untuk ini. Aku tahu, kamu mungkin nggak nyaman karena kehadiran aku, tapi aku rasa kita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN