YUDA PRATAMA

1242 Kata
"Yuda Pratama adalah seorang pengusaha yang terbilang sukses. Anak dari pasangan Ari Subagyo Pratama dan Ibu Kumala Dewi. Kini usianya Sudah menginjak 30tahun. Yuda adalah sosok yang tampan dan cuek. Saat pertama kali bertemu dengan Sela keduanya bertabrakan saat sedang makan disebuah restoran ternama. Entah disengaja atau tidak, dari awal pertemuan itu mereka langsung akrab, saling bertukar nomor ponsel dan saling berbalas pesan. Mereka berdua memutuskan pacaran dan menjalin hubungan. Yuda sangat tertarik pada Sela saat pertama kali bertemu. Wajahnya yang cantik dan juga penampilannya yang seksi juga bentuk badan yang ideal menurut Yuda, membuatnya langsung jatuh hati. Mereka menjalin hubungan hampir tiga tahun lamanya. Karena sudah terlalu lama pacaran Yuda pun melamar Sela. Dan memutuskan untuk menikah. Selapun setuju. Selama pacaran Yuda selalu memanjakan Sela. Apapun yang Sela minta selalu Yuda turuti. Sela meminta rumahpun Yuda turuti. Tapi karena dasarnya Sela yang tidak tau diri memang. Yuda mengatakan pada Sela perusahaannya sedang dalam masalah besar. Dan Sela mengira perusahaan Yuda bangkrut. Dua minggu menjelang pernikahan mereka Sela membatalkan pernikahannya secara sepihak, tanpa memberitahu Yuda dan Keluarga nya. Sela memutuskan semuanya sendiri dan mengganti calon pengantinnya sendiri tanpa Yuda tahu. Tentu saja Yuda tidak terima setelah semua yang ia berikan dan dia perjuangkan untuk Sela ternyata sia -sia. Setelah Yuda tahu siapa pengantin pengganti Sela, Yuda semakin murka.Yuda seperti dipermainkan oleh Keluarga tersebut. Yuda berniat membalas dendam dengan menyakiti Dira yang tidak bersalah sama sekali. Yuda tidak perduli dengan Dira yang penting dendamnya terbalas. Yuda berencana akan membalas dendam pada Keluarga tersebut dengan menyakiti Dira dan tidak akan memperlakukan Dira dengan baik. Yuda juga tidak akan pernah menganggap Dira sebagai istrinya. Dan tidak akan memberikan nafkah lahir dan batin sebagaimana mestinya suami pada istrinya. Yuda juga tidak membiarkan Dira tidur satu kamar dengannya. Tapi berbeda dengan kedua orang tua Yuda. Dari awal bertemu Sela kedua orangtua Yuda memang kurang menyukai Sela,karena kalau berpakaian selalu ketat dan tidak pernah sopan dalam bicara.Tapi karena memang Yuda terus memaksa,akhirnya merekapun mengijinkan Yuda dan Sela menikah. Ayahnya Yuda masih mau menerima Dira dengan baik berbeda dengan ibunya. Ibunya Yuda yang bernama Kumala tidak menyukai Keluarga terse but dari awal. "Pagi ini Yuda sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Yuda sudah membuat surat perjanjian untuk pernikahannya dan Dira. Yuda turun kelantai bawah dan melihat Dira sedang berada didapur. Entah sedang memasak apa wanita tersebut. Tercium olehnya aroma masakan yang menggugah selera makan. Yudapun gegas menghampirinya. Hm..... hm...... Dira pun membalikkan badannya kearah Yuda dan dilihatnya Yuda sudah berdiri dibelakang tidak jauh darinya. Eh..... maaf, dapurmu aku pakai untuk memasak, aku sudah membuatkan sarapan untukmu ucap Dira berniat menyiapkan sarapan untuk Yuda, tapi Yuda langsung menolaknya. Tidak perlu, aku sengaja menemuimu untuk memberikan ini padamu ucap Yuda dan menyodorkan selembar kertas kepada Dira. Dira mengernyitkan dahinya bingung dan langsung mengambil kertas dari tangan Yuda. Saat kertas itu berada ditangannya, gegas Dira membacanya. SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN ucapnya membaca kertas tersebut yang diberikan Yuda padanya. Apa maksudnya, aku tidak mengerti Mas. Itu surat perjanjian pernikahan kita. Panggil namaku saja seperti biasa ucap Yuda menatap Dira tajam. Baca dan pahami surat perjanjian itu lalu tanda tangani. Kalau kau belum paham, kau boleh bertanya padaku. Dira pun membacanya. 1. Tidak pernah Ada ikatan dalam pernikahan ini. 2.Yuda tidak akan memberikan nafkah lahir maupun bathin sebagai mana mestinya. 3. Jangan ikut campur urusan masing -masing. 4.Semua keputusan ada ditangan Yuda dan pihak kedua tidak boleh menolak ataupun membantahnya. Apa kau sudah paham ucap Yuda lagi. Dira pun menganggukan kepalanya mengerti. Dira tidak ingin memperpanjang masalah. Tidak masalah Bagi Dira, karena memang dirinya tidak pernah diharapkan dalam pernikahan ini dan Dira juga sadar diri dan tidak berharap lebih pada Yuda. Akhirnya tanpa bertanya lagi Dira pun gegas saja menandatangani Surat perjanjian pernikahan tersebut. Setelah Dira menandatangani Surat tersebut Yuda pun langsung mengambilnya dan pergi tanpa sepatah katapun lagi. Sarapan yang sudah dibuat Dira tidak dilirik sama sekali. Dira hanya bisa menarik nafas panjang. Setelah Yuda pergi. Dira pun bergegas sarapan seorang diri. Dira akan mencari pekerjaan setelah ini. Karena Yuda tidak akan memberinya nafkah, jadi Dira harus bisa mencari kerja sendiri. Tidak mungkin baginya meminta uang pada ayahnya. Ayahnya saja tidak pernah memberinya uang dan perduli lagi padanya. Dira rencananya akan bertemu seseorang hari ini disebuah kedai makan. Teman lamanya dulu saat satu sekolah dengannya. Setelah sarapan dan membersihkan diri gegas Dira memesan taksi dan pergi. Seseorang sudah menunggunya dikedai makan tersebut dan melambaikan tangan padanya. Hay....... Aku disini teriaknya. Dira pun membalas lambaiannya dan segera menghampirinya. Keduanya cipika cipiki seperti biasa. Wah, sudah lama kita tidak bertemu ya, aku pangling melihat penampilanmu yang sekarang Dir, kamu banyak berubah ucapnya. Dira tersenyum dibalik cadarnya. Sejak kapan kamu bercadar? Baru beberapa hari ini, ucap Dira lalu mereka berdua duduk. Dirapun mengatakan kedatangan nya untuk bertemu Sahabatnya itu Bukankah ayahmu punya perusahaan Dir, kenapa kamu ingin bekerja ucap Witri sahabatnya bingung dengan apa yang Dira katakan padanya. Dira pun menceritakan semua keadaannya pada sahabatnya itu. Mendengar semua cerita Dira, Witri begitu geram. Jadi semua Keluarga mu memperlakukanmu dengan tidak baik dan ayahmu juga ucap Witri tak percaya. Dan kamu juga dipaksa menikah untuk menggantikan adik tirimu yang jahat itu ucapnya lagi. Begitulah Wit, makanya aku bingung sekarang. Kamu tau sendiri kalo aku belum ada pengalaman kerja sama sekali. Aku nggak tau harus minta tolong pada siapa lagi selain padamu ucap Dira menunduk. Witripun memegang tangan Dira dan menenangkannya. Tenanglah Dira, aku punya solusi untukmu. Aku akan mengajarimu cara menulis di hp tanpa kamu bekerja diluar rumah. Mulailah bangkit untuk dirimu sendiri ucap Witri. Tapi bagaimana caranya Wit, aku blum tau ucap Dira lagi. Witripun memberitahu dan menjelaskannya pada Dira. Mereka berdua membahas apa saja yang dibahas. Karena waktu sudah siang Dira pun ijin pamit. Mereka berpisah setelah sekian lama baru bertemu kembali. Hampir Satu bulan lamanya Dira tinggal dirumah Yuda. Tidak ada perubahan sama sekali dengan keduanya. Saat ini kebetulan Yuda sedang ada dirumah dan tidak sedang kekantor, karena kedua orang tuanya akan datang berkunjung. Yuda menyuruh Dira untuk memasak, Tentu saja Dira merasa senang, paling tidak Yuda Ada menyapanya, setelah hampir satu bulan keduanya tidak saling sapa. Siangnya kedua orang tua Yuda datang. Mereka baru dua kali datang kerumah barunya Yuda. Saat pertama, saat selamatan dirumah tersebut dan kedua adalah hari ini. Begitu kedua orang tuanya datang,Yuda sudah menyambutnya didepan pintu. Hay mah, pah selamat datang dirumah Yuda, Yuda senang kalau kalian datang berkunjung ucap Yuda tersenyum dan memeluk keduanya. Bagaimana, kami tidak datang kesini Yud, hampir satu bulan kalian tidak kerumah kita. Mama dan papa khawatir pada kalian. Kamu sampai tidak mengabari kami saking sibuknya bekerja. Iya maaf mah, pah. Sudah ayo masuk kita ngobrolnya didalam saja. Merekapun masuk dan menuju ruang tamu. Ibu Kumala menanyakan keadaan Dira pada Yuda. Saat tau Dira berada didapur, ibu Kumalapun gegas menghampirinya kedapur. Hay..... Dira apa kabar ucap Ibu Kumala menyapa Dira yang sedang sibuk masak. Waalaikumsalam mah, oh maaf Dira nggak tau kalau mama, datang. Maaf Dira nggak nyambut mama ucap Dira menunduk hormat dan mencium tangan mertuanya takzim. Tidak apa -apa Dira. Mungkin Yuda tidak memberi tahu padamu kedatangan kami kerumah ini ucap ibu mertua Dira. Dira tersenyum dibalik cadarnya. Dirapun membuatkan minuman untuk semua orang setelah saling bertukar kabar dengan mertuanya. Mereka makan makanan apa yang telah dimasak Dira. Yuda baru merasakan makanan yang Dira masak memang benar -benar enak. Ternyata Dira pintar memasak dan rasa masakannya cocok dilidahnya. Tapi Yuda tidak mengakui hal itu. Yuda tidak ingin Dira besar kepala dan salah sangka padanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN