Dengan langkah terburu-buru, Fasya keluar dari kantor untuk segera kembali ke rumah. Sepanjang meeting tadi pun sebenarnya Eliya sudah menelponnya beberapa kali entah untuk apa, tapi Fasya berpikir istrinya itu menelpon hanya untuk marah-marah saja, makanya dia mengabaikannya. "Aku harap dia tidak akan marah lagi setelah ini!" gumamnya. Fasya mampir ke toko kue, membeli buah tangan untuk istrinya itu. Sampai dia bertanya pada penjaga toko untuk meminta saran kue yang cocok untuk wanita yang sedang hamil. Setelah itu tak lupa dia juga membeli sekeranjang buah-buahan di sebuah supermarket, serta makanan cemilan. Saat ini dia memang gugup dan juga bahagia tak terkira, jika memang istrinya sedang hamil. Tapi meskipun belum yakin, dia melakukan ini semata hanya untuk membuat suasana hati Eli

