Jemput Zivaa

1125 Kata

Zivaa bertahan di kamarnya, menyalakan musik dan mendengarkan dengan menggunakan handphone. Namun hanya beberapa saat, dia merasa buruk sebagai seorang ibu karena mendengar Arsy yang merengek ingin bersamanya. "Maafkan Bunda, Arsy. Bunda enggak bisa menghadapi Papamu untuk saat ini!" bisiknya sedih. Zivaa pun bisa mendengar obrolan mereka di luar sana, hingga beberapa saat lamanya dia punya duduk terpaku di ujung tempat tidur. Suara Shaka sesekali terdengar menimpali percakapan mereka yang ada di sana. "Suaranya masih sama!" ucap Zivaa tanpa sadar bibirnya tersenyum. Dia merasakan rindu, tapi di sisi lain dia juga berusaha untuk menghindar, karena terlalu bingung harus bagaimana jika bertemu muka dengan Shaka. Hingga akhirnya Shaka dan juga yang lainnya berpamitan, Zivaa menatap ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN