Sejak awal, Rain sudah bertekad tidak akan berlutut di kaki Jina apapun yang terjadi. Meminta maaf padanya? Persetan dengan itu. Rain tidak akan merendahkan dirinya sendiri di depan orang seperti Jina. Jujur saja, Rain menyesal telah menantang Dean balapan karena pada akhirnya dia yang keluar sebagai pemenangnya. Di tengah pengaruh alkohol, Rain ingin membalas rasa malunya atas kekalahan dari Dean dan itulah maksud kedatangannya. Rain ingin melukai Jina, daripada harus berlutut padanya. Rain mengarahkan pisau itu ke perut Jina, lalu darah mulai menetes. Tapi itu bukanlah darah Jina, melainkan darah Dean karena pria itu menahan pisau dengan tangannya sendiri agar tidak mengenai Jina. Jina yang melihat hal itu tentu saja panik, tapi Dean masih belum bereaksi seolah luka itu tidak menyakit

