Kini Tanpamu

1704 Kata

Tidak memakan waktu lama, untuk mengurus perceraianku dengan Mas Aris. Keputusanku sudah bulat, Mas Aris sendiri juga sudah menyetujuinya. Harta dan jabatan memang sungguh menyilaukan. Kemarahan Ibu juga tidak mempengaruhi Mas Aris untuk bertahan dengan Indah. Awalnya Ibu juga kecewa padaku, tapi, dia menyadari betapa Mas Aris sudah begitu buta dengan harta dan segala kemewahan yang kini sepenuhnya hanya menjadi milik Indah selepas Papanya meninggal. Belum lagi santunan dan banyak asuransi yang dimiliki Almarhum Papa Indah. Hanya saja, mungkin Mas Aris lupa, kalau Tuhan berkehendak apa yang dia miliki bisa sirna begitu saja. Tapi apa peduliku, semua sudah berakhir. Kini kami duduk berdampingan menunggu ketuk palu putusan. Satu permintaan terakhirku padanya, aku tak ingin melihat Indah d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN