"Maafkan aku, aku tidak membongkar hal ini sejak lama. Bahkan aku membiarkan Mbak Alena dikejar-kejar polisi karena tuduhan yang mengarah padanya, padahal semua itu dilakukan oleh Adibah.. Aku memang benci dengan Adibah karena sudah merebut keluargaku. Tapi saat aku tahu bahwa ibu Adibah adalah orang yang baik, aku menerimanya. Sampai ketika, dia berbisik denganku dan mengutarakan kemenangannya, aku mulai tau kalau dia sengaja menghancurkan keluargaku. Aku minta maaf atas semuanya, apa aku sudah terlambat memberitahu hal ini? Sungguh, aku takut jika apa yang aku katakan tidak didengar oleh kalian." Perempuan yang terbaring diranjang terlihat menyesal. "Kamu tidak perlu meminta maaf, aku tahu rasanya kesulitan saat mengungkapkan kebenaran tanpa bukti. Ini semua belum terlambat." Ucapku, pe

