PART 21 – TOPENG HITAM

665 Kata

Zufar POV Perempuan yang sedang terbaring itu bergelut dengan maut, dua peluru bersarang didada dan perutnya. Ini tidak mungkin jika dibilang peluru nyasar. Sebelum operasi pengambilan peluru, dia berkata kalau semuanya baik-baik saja, dia akan sembuh. Perempuan baik, kuat. Hanya itu yang aku gambarkan tentangnya sekarang. Sejak awal pertemuanku, di musholla rumah sakit juga saat dia menjadi pasienku yang tiba-tiba mengelak untuk aku periksa, mulai saat itu aku mengagumi sosoknya. Aku melihatnya seperti air yang mengalir dengan tenang, tidak ada sedikitpun kebencian didalam hatinya. Dan tanpa aku sadari rasa itu muncul tanpa ku ketahui, mungkin itu terlalu cepat atau gegabah, dengan itu aku mengabaikannya, apalagi melihat akhlakku yang masih jauh dari kata sempurna, lalu bagaimana aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN