"Gue boleh duduk di sini?" Satu kalimat bermakna tanya itulah yang menyadarkan Selin dari kesendiriannya. Saat itu, Bara berdiri di hadapannya sambil menebar senyum yang selalu menyegarkan itu. Selin mengiyakan, lumayan, daripada dia sendirian menyedihkan. Selin dan Bara pun akhirnya mulai duduk bersama. Awalnya tentu canggung karena ini merupakan percakapan pertama mereka setelah sekian lama. Setelah Selin menolak Bara tepatnya. Bara memang memutuskan untuk menjauh sejenak, butuh ruang katanya. Ia butuh mengobati hatinya. Kini dirinya cukup membaik, walau belum sepenuhnya. Banyak yang mereka bicarakan. Mulai dari urusan kampus sampai rencana film baru Bara. Selin jadi lupa tentang perasaannya. Rasa pada Jean yang tak terbalaskan. "Lo gimana? Masih nggak mau sama gu

