"Jadi lo sama dia ... resmi?" Selin mengonfirmasi apa yang barusan dia dengar, cerita mengenai Jean yang melamar Nadita dengan satu buket besar bunga Peony. Jean menggeleng, senyuman tak lepas dari wajahnya. Meski suasana remang-remang, Selin bisa paham kalau senyuman itu menunjukkan kebahagiaan sesungguhnya. "Belum bisa dibilang resmi. Kan gue belum ngenalin dia ke keluarga. Belum ada tukar cincin juga," jelas Jean. Kalau boleh jujur, kesedihan Selin malah makin berlipat ganda. Bebannya makin berat. Perasaannya sungguh menyusahkan diri sendiri. "Gue baru bakal kenalin Nadita ke Ayah Bunda pas kita udah cerai nanti. Gue nggak mau nyakitin hati mereka," sambung Jean. "Oh gitu." Satu-satunya respon yang bisa Selin berikan sembari menahan rasa nyeri di dadanya. Ba

