Selin mengurungkan niatnya untuk ke kampus meski ada tiga kelas berturut-turut hari ini. Persetan kuliah, pikirnya. Dia tak bisa membiarkan Jean dan Nadita--begitu namanya--berduaan di rumah seperti kemarin lagi. Selin harus tau setiap detil tindakan dan percakapan yang terjalin di antara mereka. Daripada dia penasaran kan? Tidak sehat untuk dirinya. Selin menyuguhkan secangkir teh panas aroma melati di hadapan Nadita. Selin harus mengakui bahwa perempuan itu cantik sekali. Ia mengenakan terusan berwarna hijau, dilengkapi sepatu dan topi bulat yang juga hijau. "Lo pasti istrinya Jean?" tanya Nadita. "T-tau dari mana?" Selin bertanya balik. "Dia bilang kok kalau dia udah punya istri. Katanya istrinya cantik, jadi itu udah pasti lo. Nggak salah kan gue?" Selin me

