Sisil tidak tahu, tidak tahu harus bersikap seperti apa di saat kondisi seperti ini yang tidak sengaja bertemu dengan Nalen di kantin di tambah kantin yang tidak terlalu ramai juga. Itu cukup membuat Sisil salah tingkah sedikit. “Hey,” Celetuk Nalen sebari melangkahkan kakinya mendekat ke arah Sisil, Gadis tersebut hanya tersenyum kikuk sebari segera mengambil batagor yang ia beli di stand jualan kantin. Dengan uang yang sudah ia bayar kemudian kembalian juga sudah di berikan membuat gadis tersebut langsung mengambil dan menatap ke arah Nalen. “Jadi ceritanya kabur pelajaran senelum lima belas menit jam istirahat nih?” Celtuk Nalen membuat Yola sedikit terkekeh pelan. “Ya bisa lo lihat lah,” Kata Sisil lagi, dengan rasa canggungnya. Ya bagaimana ya, semua kan terjadi begitu saja S

