12.

574 Kata

"Kau mencariku?" tanya Fikar tiba-tiba datang mengaggetkan Sekar. Fikar bukannya tidak tau, ia hanya berpura-pura saja, padahal selama seminggu ini tak lelah Sekar terus datang ke taman hanya untuk sekedar menemuinya. "Tuan!" seru Sekar senang. "Akhirnya kau datang kemari, aku selalu menunggu kau datang kesini." ungkap Sekar dengan polosnya. "Untuk apa kau menunggu disini?" pancing Fikar. Sekar tampak diam memainkan ujung bajunya dengan gelisah, antara malu dan ingin ia mengungkapkan keinginannya. "Itu...." "Itu apa?" Fikar masih terus memancing wanita itu untuk memohon padanya. "Aku menunggumu disini karena aku mau, aku setuju dengan rencana kerjasama darimu." mata Fikar membulat sempurna. "Apa aku tidak salah dengar?" tanya Fikar mendekatkan telinganya ke arah wajah Sekar. Sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN