34.

602 Kata

"Tisha," ulang Gavin memanggil namanya. "Aku bilang jangan sebut namaku, sialan!" lagi Tisha memperingati Gavin agar tak memanggil namanya. bahkan kali ini di tambah dengan umpatan di akhir kalimatnya. "Sayang, kamu kenapa?" Gavin berhasil mendekati Tisha dan menyentuh bahunya. "Lepas!" rontah Tisha. Fikar yang sedari tadi melihat hal itu pun maju, berusaha mencairkan keadaan. "Tisha!" Fikar mencoba memanggil nama Tisha, siapa tahu saja wanita itu melemah dengannya. "Diam kau penjahat!" lagi Tisha berteriak. "Gavin, sepertinya Tisha sudah mengetahui dan mendengar pembicaraan kita tadi. sekarang bagaimana ini?" tanya Fikar cemas dan kalut. "Aku akan mencoba bicara lagi dengannya, dan tugasmu bersihkan kaca yang pecah di lantai ini." Fikar mengangguk. Tanpa aba-aba Gavin langsung me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN