"Apakah kau sudah melupakannya?" Viktor bertanya pelan pada Cherry. Pagi hari di ranch. Angin bertiup semilir dari arah ladang dan padang savana. Suasana seperti ini rasanya sungguh membuat nyaman. Cherry mendongak. Menghentikan aktivitas merajutnya sejenak. Cherry tahu siapa yang di maksud oleh ayah angkatnya. Cherry menggeleng pelan. "Tidak, Papa." Cherry menjawab lirih sambil meneruskan rajutannya. "Kau mau kembali? Papa akan mengantarmu..." Viktor bertanya lagi. Nada suaranya terdengar sangat hati-hati. Tak ingin melukai putri angkatnya ini. "Tidak, Papa." Cherry menjawab cepat. Dari tangannya yang sejenak terlihat gemetar, Viktor tahu betapa sensitif bagi Cherry masalah yang sedang mereka bahas kali ini. Bahkan Cherry terlihat sesekali termangu, menatap kosong pada rajutannya s

