Ethan terhenyak dan seketika beranjak dari duduknya. Menatap nanar pada benda mati yang bernama ponsel di tangannya. Panggilan telepon dari seseorang yang tidak Ethan kenali nomor dan suaranya baru saja diakhiri tanpa Ethan sempat bertanya apapun. Ethan berkali - kali menghubungi nomor yang baru saja meneleponnya, tapi sudah tidak aktif. Ini hari ke tiga Ethan tidak melihat tatapan teduh milik Cherry yang begitu menenangkan. Tidak bisa membaui aroma lavender yang menguar lembut dari tubuh Cherry, tidak bisa mencium bibir Cherry yang sudah menjadi mimpi dan candunya, tidak bisa menatap pipi blushing Cherry ketika Ethan tak henti menggodanya. Tak lagi bisa mendengar desahan gadis itu saat dalam rengkuhannya. Tak sedetikpun terlewat tanpa mencemaskan keadaan Cherry. Dean pun sama. Lebi

