LA VENDETTA

1933 Kata

"Bodoh kalian semua!" Salvatore Valentinetti berteriak pada anak buahnya. Empat pemimpin anak buahnya telah terkapar bersimbah darah di halaman belakang mansionnya di Palermo. Para pria yang berjajar di depan Salvatore hanya bisa terdiam. Pukulan dan umpatan dari Salvatore mengalun bagai musik pengantar tidur siang. Kehilangan besar-besaran terjadi secara bersamaan menjadikan Salvatore begitu murka. Satu persatu rekan bisnis haramnya meninggalkan dia begitu tahu telah terjadi pembakaran besar-besaran gudang penyimpanan heroin dan berbagai jenis narkotika miliknya. Orang-orang yang dulu dekat dengannya mulai sulit dihubungi. Kalau pun mau menjawab telepon maka mereka akan mengumandangkan berbagai macam alasan untuk mengakhiri pembicaraan. Tidak hanya itu, penyergapan di berbagai lini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN