Bab 22

1022 Kata

"Kak Tika! Kak Tika!" Dilla, adik bungsu Tika memekik senang begitu mobil Janar kembali memasuki halaman. Tika turun dan langsung memeluk sang adik."Kangennya..." "Kakak, aku pikir nggak balik lagi." Tika mencolek hidung Dilla,"mana mungkin Kakak nggak nemuin kamu!" Dilla menggandeng tangan Tika,"Mama udah masak enak. Yuk, kita makan. Pacarnya Kakak juga ikut makan,kan?" "Iya, Dilla." Mama Tika sudah menyiapkan banyak makanan, sebagian besar kesukaan Tika. Mereka makan di gazebo belakang, lesehan sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Papa tiri Tika juga ada, menemani Janar ngobrol. Suasananya menjadi hangat sekali, Tika jadi tidak ingin pulang. Ia masih ingin di sini beberapa hari saja. "Coba lihat, mereka kelihatan senang,kan, setelah kamu pulang. Tuh, Dilla sama Rizky bahagia banget

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN