Bab 20

1016 Kata

“Tika…, bisa-bisa kejadian lagi, kan seperti siang tadi?” “Tidak apa-apa. Aku mencintaimu, Janar,”  bisik Tika mesra. Tiba-tiba saja ia ingin mengabaikan segala kekhawatirannya. Ia ingin Janar. “Ka-kamu yakin?” “Iya….” “Beneran nggak apa-apa? Ah, jangan,lah!”kata Janar ragu. "Nggak apa-apa." Wajah Tika merona,"aku...menginginkanmu." Janar mengembuskan napas berat, siapa yang bisa menahan godaan seperti itu. Ia menghisap bibir Tika dengan lembut, lalu menelusupkan lidahnya ke dalam, menuntut kekasihnya itu juga melakukan hal yang sama. Lidah mereka kini saling bertautan, tangan Janar dengan cepat menelusup ke dalam pakaian Tika dan menangkup dadanya. Tika naik ke atas pangkuan Janar, mengalungkan kedua tangannya di leher lelaki itu. Janar semakin b*******h, meremas dan memilin puncak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN