Setelah tuntas menimang pikiran di dalam benak, pada akhirnya Gerson setuju pada ide yang diberi oleh sang adik. Tak menunggu lama, Grace menghadirkan sosok Leonardo ke dalam ruang. Sontak, Gerson mengerutkan dahi. Memandang sang adik dengan tatapan curiga. “Kau tenang saja, Kak. Aku memang sudah merencanakan hal ini. Sewaktu Kak Gerson menjelaskan tujuan Kakak mengajakku ke perusahaan. Saat itu, aku bergegas mengirim pesan pada Pak Sopir, aku meminta dia untuk menjemput Leonardo dan membawa dia ke mari,” Grace menjabarkan. Gerson menggeleng kepala tak menyangka. Ternyata, Grace lebih perhatian pada hal-hal kecil. Termasuk perihal tak adanya para tamu undangan, yang berani melakukan percobaan untuk menjelajah waktu. “Baiklah,” Gerson mengangguk. Segera memperkenalkan sosok Leonardo di

