Haoran tampak kesal, begitu juga dengan Fangyin. Sekarang mereka berada di kamar Hongli dan kaki pria itu sedang diobati oleh Tabib Han. Tampak luka bakar di sana. "Memangnya duel harus sampai mengancam nyawa seperti ini. Kalian 'kan tetap saudara. Bagaimana nasib Dage kalau tidak bisa menghindar?" Fangyin menyuarakan protesnya pada duel berbahaya tadi. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada suami polosnya? Dia tidak mau menjadi janda di saat baru beberapa hari menikah. Fangyin memeluk suaminya. "Kalau kamu yang ada diposisi Dage tadi, aku akan bunuh si Junhao itu!" ungkap Fangyin dengan aura mengancam. "Jangan berkata seperti itu." Xiaowen membalas pelukan istrinya. Dia sedikitnya tahu bahwa itu bukan sebuah candaan. Meski baru beberapa hari menikah ia merasa sang istri punya sisi meng

