Wajah Yueer merona ketika mengingat ciumannya bersama sang suami. Meski sudah seminggu lebih berlalu lembut bibirnya sampai sekarang masih terasa. Saat ini ia sedang merenung di tempat tidur menunggu suaminya selesai mandi. Lusa akan diadakan pertandingan dan Hongli tampak sangat lelah mengatur strategi. Kelompok mereka jika ingin menang harus mempunyai strategi yang matang. "Tapi, aku cemas Hongli Ge terluka seperti kemarin, bahkan luka bakarnya belum sembuh benar," gumamnya pada diri sendiri. Tidak disangka Hongli mendengar itu, ia tersenyum tipis, ternyata begini rasanya mempunyai istri yang mencemaskanmu setiap saat. Beda sekali dengan dulu. Mau dirinya sendiri melawan berpuluh orang juga tak ada yang mencemaskan. Adiknya? Jangan ditanya, Haoran malah ikut bergabung. Dulu Haoran

