Kereta kuda yang dikendarai oleh Hongli dan adik-adiknya telah tiba di kota. Sang kusir menghentikan keretanya karena mohon izin untuk ke kamar mandi yang terdapat di sebuah toko. Hongli, Haoran, dan Xiaowen memilih diam, perasaan ketiganya semakin tak enak. Tiba-tiba terdengar beberapa warga membicarakan tentang hukuman mati seorang istri pangeran. "Siapa yang dihukum mati?" Hongli membuka jendela kereta dan bertanya kepada orang-orang yang berbicara tentang hal tersebut. Mereka yang tahu Hongli siapa segera menunduk hormat. "Siapa?!" Hongli menanyakan lagi karena mereka terlihat takut menjawabnya. "Istri Anda Yang Mulia," jawab salah satunya memberanikan diri. "Prosesi pembakarannya sedang berlangsung sekarang," lanjutnya. Seketika Hongli merasa hatinya hancur. Kenapa? Apa ini mi

