PART 16

1075 Kata

Adara seketika termenung kala jam sudah menunjukkan pukul satu malam. Dirinya sama sekali tak bisa tidur mengingat bayi perempuan yang kini terlelap disebelahnya. "Apa aku kasih tau Bunda?" Tanyanya lebih kepada diri sendiri. "Tapi, gimana reaksi Bunda? Ntar Bunda ngira aku culik bayi orang lagi." Seketika ia merasa bimbang. Menatap kembali bayi merah yang baru beberapa jam dilahirkan. "Hey sayang... Darimana kamu sebenarnya?" Adara mengelus pipi merah itu dengan lembut. Agar sang bayi tak merasa terganggu. "Kemana Ibumu?" Tanyanya kembali walau sama sekali tak ada jawaban. Menghela napas pelan, Adara bangkit dari tidurnya. Meraih ponsel dan mengecek, tak ada satu panggilan pun dari Galang. Apa ia harus menghubungi lelaki itu? Tapi, Adara gengsi. Bagaimana jika dia sedang bersama Shaira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN