Tali yang mengikat tangan Dean sedikit longgar, dalam diamnya menatap air laut yang tidak bisa ditebak, Dean perlahan membuka ikatan itu. Tidak boleh menimbulkan kecurigaan, kali ini dia harus bisa meloloskan diri agar nyawanya tidak sia-sia. Ada banyak harapan mengapa dia harus bisa keluar dari pulau Marai. Lelaki dengan tubuh tinggi besar, berkulit hitam menggantikan Mahesa untuk menjaga Dean agar tidak kabur. "Hei, bisa bantu saya perbaiki posisi duduk?" tanya Dean. Pria hitam itu hanya melirik. Dia kemudian berbalik ke arah lautan yang bergemuruh. Dean berusaha menggeser tubuhnya, dia melirik perapian besar yang mungkin akan jadi tempatnya melepaskan nyawa jika tidak berhasil melarikan diri. "Saya mau ke toilet, hei, kamu ngerti toilet gak sih? Kebelet!" "Mahesa! Sialan, kalau Lo
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


