Secepat yang dia bisa, Margaretha berlari menyusuri jalanan yang terjal menuju rumah. Medannya cukup menanjak di tengah-tengah bterdapat parit kering yang berlumpur. Dia berjalan dengan hati-hati di sisi parit itu, menghadang akar-akar pohon yang menjuntai dan menghalangi jalan. Jangan sampai kalung itu jatuh ke tangan orang lain, terlebih jatuh ke tangan orang-orang kampung pulang Pulau Marai. Melihat ke belakang Margareta dengan jelas melihat pantai di mana Vallen dan Dean sedang melambaikan tangan kearah lautan. Margareta memicingkan matanya, melihat keanehan yang dilakukan oleh dua temannya itu membuat dia berhenti dan lupa untuk berlari. Di lautan sana ada setitik yang menjadi objek Vallen dan Dean di tepi pantai. Kapal penyelamat Margaretha bergumam dalam hatinya. Peduli amat d

