Malam ini Mira menghadiri resepsi pernikahan temannya, Wilson. Mira datang seorang diri karena Ananta masih di rumah sakit. Ia sudah menyapa Wilson dan istrinya tadi, sekarang Mira diam seorang diri sambil menikmati dessert cantik yang disediakan. Disaat sedang menikmati kesendiriannya itu, Danu melangkah mendekat. “Datang sendiri?” tanya Danu. Mira meliriknya. Ia tidak percaya Danu bisa tersenyum ramah kepadanya begini. Padahal saat di makam kala itu Mira menunjukkan ia tidak terlalu suka Danu mendekati dirinya. Ia terang-terangan tidak menyukai kemunculan Danu. “Setidaknya kita bisa menjadi teman baik, Mira.” Mira menoleh kepada lelaki itu. Ia hanya tersenyum. “Aku permisi,” ucapnya melangkah pergi begitu saja. Mira sudah menyadari beberapa orang mulai menatap ke arahnya dan Danu

