Jaka pun berbalik mendekati Udin dan ia tidak merasa takut ataupun terintimidasi dengan tatapa Udin yang sangat tajam ke arahnya. Udin memandangi Jaka dengan lekat, dilihatnya wajah Jaka tanpa berkedip, “Ada yang salah dengan wajah kamu, kenapa wajahmu mirip denganku?. Aku tidak mau ada yang mengatakan, kalau wajah gantengku ini pasaran. Kita bukan saudara, tetapi wajah kita mirip, benar-benar tidak bisa dibiarkan. Kamu, kalau mau sekolah di sini harus melakukan operasi plastik untuk merubah wajahmu.” Jaka melototkan matanya mendengar pernyataan Udin, Jaka pun tidak terima “Sembaranga saja, kamu menyuruh Saya untuk operasi plastik, kenapa tidak kamu saja?, ‘kan” Kamu yang merasa terganggu, bukan Saya.” Udin menjadi marah, ia merasa anak baru yang berdiri di hadapannya ini sudah berani m

