Setelah jam istirahat berakhir, Udin dan keempat sahabatnya pun kembali ke dalam kelas. Udin tidak sabar menantikan jam pelajaran terakhir ini berakhir. Ia membayangkan percobaan apa yang akan mereka lakukan nanti di laboratorium, semoga saja ia mendapatkan kesempatan untuk memegang bu Darti , meski sedikit dan membayangkan hal itu, membuat Udin tersenyum sendiri di bangkunya. Bu Wati, guru IPA, yang sedang mengajar menegur Udin yang senyum-senyum saja sendirian. “Udin, kamu masih normalkan?, dari tadi ibu lihat kamu senyum-senyum sendiri.” Udin menatap ke arah bu Wati dengan wajah yang cemberut dan ia pun berkata, “Syukurnya saya masih normal, Bu!” Jawab Udin, “Seharusnya ibu kagum dong melihat saya tersenyum dan berkata seperti ini, “Udin, senyum kamu manis sekali. Gula saja kalah ma

