Om Andri terkejut dan menatapku. "Apa kamu bilang?" Aku menatap Om Andri lekat-lekat. "Om mau kan menyelamatkan rumah sakit tempat Om bekerja?" "Absolutly, Yes!" Seru om Andri yakin. "Karena itu mari bebaskan Romi dan bantu memindahkan dia ke tempat yang aman. Gimana?" Om Andri terlihat kebingungan. Akupun menceritakan padanya tentang pengacara Romi dan surat-surat Romi. Tanpa mengikutkan bagian yang dikeroyok para begundal. Om Andri terlihat kaget dan beberapa kali menggelengkan kepala saat mendengar ceritaku. "Kamu sangat keren! Aku tidak menyangka kamu begitu berani memperjuangkan rumah sakit jiwa ini!" Aku tersenyum. "Saya hanya tidak ingin para pasiennya terancam tidak punya tempat bernaung. Mereka sudah cukup tergilas oleh ujian mengalami gangguan jiwa. Jika mereka kehilangan

