* Sejak mengenalmu aku menjadi rajin belajar. Iya, belajar mencintaimu dengan sempurna. *** "Bangunlah Sayang. Aku rindu padamu." Air mata Romi menetes membasahi tangan Yulia, dan tak lama kemudian, jemari Yulia yang digenggamnya bergerak perlahan. Dan disusul mata Yulia yang terbuka. "Yulia!" Tanpa sadar Romi memeluk erat tubuh Yulia yang sedang terbaring di atas ranjang pasien. "Rom, aku kira, aku akan mati." "Ssst, jangan bicara seperti itu Sayang. Kamu akan panjang umur dan kita akan membesarkan anak-anak kita bersama." Saking bahagianya Romi sampai mengatakan hal yang ada di hatinya. Yulia tersenyum. "Apaan sih kamu, Rom?" Romi membuka tangan Yulia dan meletakkan telapak tangan gadis yang dicintainya itu ke pipinya. "Itu sebuah ucapan dan doa dariku Sayang." Yulia mena

