* Kopi buatan kamu pahit banget! * Masa sih? * Iya, karena yang manis sudah kamu ambil semua ... *** Aku mendekat ke arah kerumunan orang tersebut dan terkejut setelah melihat dari dekat orang yang terkapar di tengah-tengah mall itu adalah ibunya Riana. "Sendi, kamu kenapa?" tanya Anita mendekat. Sendi memandang Anita. "Nita, tolong Mamaku!" Serunya sambil mengguncangkan badan Mamanya. Pandangan Sendi yang penuh harap pada Anita mendadak mendelik dan terkejut saat melihatku yang ada di belakang Anita. "Kamu? Siapanya Mbak Yulia?" tanya Sendi terbata. Aku maju lalu segera berlutut mendekati mama Sendi. Kuperiksa denyut nadinya di leher, tangan, dan nafas dari hidungnya. "Saya sepupu Anita. Sudah, jangan memikirkan hal itu dulu. Sekarang kita tangani mamamu. Nafas dan denyut n

