Dari beberapa korban meninggal di sekitar rumah, sudah seharusnya Esih sudah merasa curiga. Kang Engkus jadi kepikiran bahwa Esih pun telah ditumbalkan oleh Tara. Hanya saja bukan tumbal nyawa, tetapi ritual tertentu yang bahkan bisa berdampak buruk pada Esih. Ia khawatir Esih telah jadi persembahan untuk si penguasa Gunung Ceremai. Kang Engkus telah dapat penjabaran tentang ritual nyupang ajag yang terdapat di Gunung Ceremai dari Ustaz Hamid. Kini dirinya perlu untuk mendengarkan pengakuan dari Esih. Namun, ia harus mengeluarkan stok sabar ekstra tinggi untuk memberi pengertian kepada Esih. Pria tua memberi kesempatan untuk kedua wanita muda ini menuntaskan rasa dahaga. Beberapa saat menunggu, akhirnya Kang Engkus dapat kesempatan untuk berbicara. "Kumaha jadi dengerin penjelasan Akang

