Iis kembali masuk kamar untuk melanjutkan komunikasi dengan Tara. Ia bertekad akan membalas sakit hati yang diterimanya. Iis sangat tidak rela, jika Adi menaruh hati kepada Esih. "Aku akan mewujudkan impian kamu, Iis. Dan aku pastikan itu berhasil." Terdengar suara tanpa wujud yang terdengar jelas di telinga Iis. Meskipun, wanita ini terkejut, tetapi akhirnya tersenyum juga. Ia masih percaya bahwa penguasa Gunung Ceremai selalu mengikutinya. Ia berharap impiannya terwujud. Iis mengambil ponsel dari dalam laci lalu menghidupkannya. Wanita ini tersenyum sambil mengetik sebuah pesan untuk Tara. [Besok, temui Teh Esih di dermaga Kampung Apung.] Tak perlu menunggu lama, pesan balasan diterima. [Siapa yang antar?] [Aku yang antar Aa'.] [Katanya Neng Iis pulang kampung.] [Kampung aku dek

