KEHIDUPAN BARU ESIH

1016 Kata

"Oh. Apa selama ini ada interaksi antara aku dengan Om Hendrik? Maksud aku, apakah kami pernah mengobrol, meski terlihat sebagai orang asing?" "Hanya mengobrol sesuatu yang penting saja. Di luar itu tidak ada." Bik Sarti menggelengkan kepala dengan mimik muka sedih. Wanita tua ini merasa prihatin dengan kehidupan pernikahan pengantin baru tersebut. "Yang penting itu apa?"tanya Esih karena semakin penasaran. "Urusan perusahaan." "Lalu kenapa aku ingin bunuh diri?" Bik Sarti menatap suaminya. Wanita ini sepertinya ragu-ragu untuk mengatakan hal sebenarnya. Namun, Pak Paiman segera memberi kode dengan mengangkat dagu. "Non sudah delapan bulan berjuang, untuk meraih hati Tuan Hendrik. Sepertinya Tuan Hendrik masih terpenjara di dalam masa lalunya." "Maksud, Bibi?" Esih mengernyitkan ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN