"Udah dibilang aku telah 3 bulan, Euis." "Maunya periksa ke mana lagi?" "Kita ke dokter kandungan di rumah sakit internasional. Biar mahal nggak apa. Alat-alat mereka lebih canggih," ucap Esih penuh percaya diri. "Mangga, atuh. Saya siap mengantarkan Tuhan Putri." Esih yang mendengar ucapan Euis langsung tertawa terbahak-bahak. Akhirnya, mereka sepakat untuk pergi ke rumah sakit yang berada di tengah kota. Waktu yang harus ditempuh oleh mereka sekitar 45 menit. Saat mereka sampai suasana rumah sakit sudah cukup ramai oleh pengunjung. Euis berpamitan kepada Esih untuk ke toilet. Kebetulan Esih duduk berdampingan dengan seorang wanita muda berhijab yang tampak didampingi oleh seorang wanita bercadar. Esih tersenyum dengan ramah lalu mencoba berbasa-basi. "Periksa kehamilan?" tanya Esi

