KETIKA HATI BICARA

1017 Kata

"Masya Allah, napas Teh Esih telah teratur," ujar wanita bercadar itu dengan meneteskan air mata. Euis pun ikut terharu melihat keadaan teman karibnya. "Esih, habis ini aku gak mau kamu tinggal lagi. Kamu harus janji, Esih," ucap Euis sambil memegang tangan Esih. Setelah Euis berkata demikian tiba-tiiba saja Esih terbatuk-batuk. Semua yang ada terkejut dan serentak mungucap takbir dan selawat Nabi. Semua yang hadir di sana merasa bahagia. Ini semua mukjizat! Esih yang terluka parah yang kini menyisakan luka jahitan pada kepala bagian belakang dan juga beberapa bagian tubuh, serta luka patah yang telah digips di bagian tangan kiri. Semua merasa bersyukur karena Allah masih memberi kesempatan hidup. Namun, ada satu orang yang tidak menyukai jika Esih hidup. Seorang wanita yang penuh rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN