"Dunia nyata. Hanya saja tubuh kita disembunyikan dari pandangan orang demi keselamatan kita," ungkap Kang Engkus yang membuat Euis berseru. "Allahu Akbar!" "Itu direncanakan oleh Ustaz Hamid untuk memberi bukti kepada kita." "Bukti apa, Kang?"tanya Euis yang semakin bingung sambil melihat Kang Engkus dari pantulan kaca spion. "Dugaan kita benar!" "Dugaan apa, Kang?"tanya Euis yang semakin penasaran. "Nanti di tempat Ustaz Hamid. Hampir sampe juga," ucap Kang Engkus. Pria ini sedang mengurangi laju motor karena jalan penuh oleh para santri yang sedang berjalan kaki. "Ini sudah wilayah ponpesnya, Kang?" "Iya," balas Kang Engkus singkat. Motor berjalan pelan-pelan sambil memberi kesempatan para santri yang tampak berjalan dengan terburu-buru. Kang Engkus memperhatikan mereka sambil

