Lidah Krish kelu. Terasa sulit untuk digerakkan. Untuk menutupi rasa tidak nyaman dalam hatinya, Krish membingkai wajah Grisse dengan kedua telapak tangan. "Aku harus pulang selama beberapa hari." Bisik Krish lembut. Grisse tidak menjawab, namun sorot mata gadis itu menyiratkan kesedihan. "Maaf, aku tidak bisa mengajakmu." Lanjut Krish masih dengan suara lirih. Sungguh kalimat Krish membuat otak Grisse hanya mampu memikirkan satu hal. Krish akan dijodohkan. "Apa orang tuamu ingin mengenalkanmu pada seseorang?" "Tidak. Tidak seperti itu. Aku pulang untuk menghadiri acara Aditi. Dia akan menikah besok." Seketika sorot sendu dari sepasang manik mata Grisse bersinar, memancarkan binar kebahagiaan. "Benarkah? Aditi akan menikah? Kalau begitu sampaikan salam dan ucapan selamat dariku u

