Tidak Sabar(an)

1648 Kata

Grisse tidak tahu, sudah berapa kali ia membisikkan nama Krish di antara desahan berat yang diloloskan bibirnya. Grisse seperti malu sendiri karena sempat mengulur waktu sebagai bentuk penolakan pada Krish. Nyatanya sekarang, seluruh bagian tubuhnya menunjukkan reaksi yang sebaliknya: begitu mendamba untuk disentuh. Disentuh oleh laki-laki tampan juga panas seperti Krish. Grisse kembali mengerjap. Birunya langit telah menjelma menjadi warna favoritnya kini. Perpaduan geli dan nikmat terasa semakin sempurna ketika ditambahkan warna langit yang biru cerah. "Ahhh…." Desahan puas Krish membuat Grisse menunduk. Ia tersenyum melihat laki-laki yang masih berlutut di depannya itu. Krish dalam balutan celana renang super pendek dan ketat terlihat begitu menggairahkan. "Manis." Puji Krish sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN