31. Dilamar

1350 Kata

Part 31 "Ya, tapi aku takkan pernah bosan untuk mengajakmu menikah." Ucapnya kala itu. Keseriusan di wajahnya tampak begitu nyata. Apakah benar Mas Rusdy adalah jodohku? Tapi jawabanku masih sama, tiga bulan lagi akan memberikannya kepastian. *** Hari-hari berlalu, tak ada kejadian yang berarti. Teror-teror itu tak lagi menghampiri. Mungkin Mas Rusdy sudah berhasil mengatasinya dengan baik. Semua kulewati seperti biasa, menjadi pemilik toko sembako, dengan kesibukan yang ala kadarnya. Semakin hari toko menjadi semakin ramai pesanan. Hingga suatu ketika Freya--mantan adik ipar itu datang padaku, ia meminta pekerjaan untuk meringankan beban ibunya yang katanya sekarang sakit-sakitan. Ya, akhir-akhir ini aku memang jarang mendengar kabar tentang Bu Wirda. Selain kabar Mas Hendi yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN