Seyra bangun dari tidurnya langsung mengambil laptop tanpa mandi terlebih dahulu toh hari ini ia akan bolos sekolah
"Ngapain ya?" Gumam seyra
"Mending ngretas cctv mansion ana hoho" ucap seyra
Seyra meretas keamanan cctv mansion ana dengan lancar tanpa hambatan
"Wow itukah papa daren? Seru kali ya kalau ini vidio tersebar" ucap seyra
Didalam vidio
Papa daren yang sedang merangkul mesra pinggang mommy ana
"Mas kamu istirahat aja gih dikamar" ucap mommy ana
"Masih mau sama kamu" ucap papa daren
"Kamu pasti kan cape sana istirahat aku mau kekamar ana dulu katanya gak enak badan tuh dia" ucap mommy ana
"Yaudah aku istirahat ya" ucap papa daren seraya mengecup kening mommy ana
Setelah papa daren pergi mommy ana segera mencuci mukanya
"Ihh najis amat dicium orang itu" ucap mommy ana
Mommy ana berjalan menuju ruang tengah tempat ana berada
"Mom gimana?berhasil kan?" Tanya ana
"Berhasil sih iya" ucap mom ana
"Yaudah dengan gtu kan kita bisa cepat cepat merebut kekuasan keluarga smith" ucap ana
"Terus kalo dah gitu kita apakan tuh tua bangka?" Tanya mom ana
"Ya kita bunuh aja lah mom" ucap ana
"Wah bener juga kamu" ucap mom ana dengan tersenyum miring
"Ntar siang kita kirim fotonya semua ke mansion smith" ucap ana
"Dan kamu harus pura pura seakan kamu juga depresi seperti mama seakan tertekan" ucap mom ana
Seyra memutuskan untuk tidak menonton lagi dan mengumpulkan semua vidio yang telah ia lihat
Drrtt drrtt drrtt
"Hmm"
"Lo gak sekolah sey" Tanya nadine diseberang
"Hehe enggak,besok kita kumpul ada yang mau gua bahas" ucap seyra
"Okedeh dimansion lo?" Tanya nadine
"Jangan,diapart fadlan aja" ucap seyra
"Yaudah ntar gua kabarin fadlan,gua tutup ya byee" ucap nadine
Tut tut
"Hoam masih ngantuk tidur lagi aja deh" ucap seyra dan kembali tertidur
Pukul 14.00
Seyra terbangun dan lamgsung mandi (siapa nih yang mandinya sehari sekali hihi)
Seyra berjalan menuju ruang tengah yang ada hanya sang mama
"Mah" ucap seyra mengagetkan sang mama
"Eh kamu sey" kaget sang mama
"Mama kenapa?" Tanya seyra
"Mama tadi habis mengurus surat perceraian mama sama papa sey" ucap mama sendu
"Kenapa mama sedih?" Tanya seyra
"Ya bagaimanapun dia papa kamu seyra" ucap mama vina
"Sekarang mama ikut aku yuk" ucap seyra menarik sang mama menuju kamarnya. Sesampainya dikamar seyra menyuruh mama duduk lalu ia menyalakan televisi yang berisi vidio yang telah seyra simpan sewaktu meretas tadi
Mama vina yang menyaksikan itu hanya bisa menangis dalam diam
"Cobaan apa lagi ini" batin mama vina
"Mah gak perlu ada yang disesali" ucap seyra
"Iya sayang terimakasih ya udah buat mama sadar kalau papa daren gak baik" ucap mama vina
"Iya mah" ucap seyra sembari tersenyum
"Seyra itu obat apa?" Tanya mama vina yang mengetahui obat seyra yang berada diatas nakas
"Oh itu obatnyaa temen seyra mah" ucap seyra sembari berpikir
"Temen kamu?sakit apa?" Tanya mama vina kembali
"Jadi tuh temen aku sakit leukimia mah tapi gak punya biaya jadi ya seyra bantu" ucap seyra menyakinkan mama
"Kamu baik banget ya" ucap mama seyra sembari mengelus rambut seyra lembut
Mama vina pamit untuk kekamarnya dan seyra merasa bosan membuka room chatnya bersama fadlan dan nadine
Misi
(Fadlan,nadine)
Me
Bosen nih
Nadine
Sini main kerumah
Fadlan
Otw
Me
Kenapa jadi lo yg otw sih?
Kafe aja yuk
Nadine
Kafe lo ya
Me
Hmm otw
Seyra keluar mansion dengan tenang dan berakhirlah ia dikafenya
"Selamat datang nona apakah anda mau ruang khusus atau biasa?" Tanya sang pelayan
"Biasa aja" ucap seyra
"Baiklah nona" ucap pelayan kafe
Seyra berjalan menuju meja pojok yang memperlihatkan keramaian kota pada sore hari ini
Pandangannya sesaat mengarah pada pasangan yang nampak tak asing dimata seyra oh ternyata ana dan radit yang sedang bermesraaan ditempat umum
"Hama" ucap seyra
Tak lama pintu kafe terbuka nampaklah teman teman twins yang berjalan menuju meja yang tak jauh dari tempat seyra berada
Seyra terus memandangi langit sore yang begitu indah
Pintu kafe terbuka nampaklah fadlan dan nadine yang berjalan bersamaan
"Eh fad sini" ucap angga melambaikan tangannya yang diacuhkan oleh fadlan dan lebih memilih menuju tempat seyra
"Kacang" ucap angga kembali
"Lo kenapa gak milih privat room aja?" Tanya nadine
"Lagi pengen liat langit sore" ucap seyra seraya terus memandang langit sore
"Sebenernya gua mau ngasih tau kalian sesuatu tetapi disamping kita ada hama ya besok aja" ucap seyra setengah berbisik
"Ini nona seyra pesanan anda" ucap pelayan seraya memberikan beberapa makanan berat, dessert,dan banyak minuman
"Ini semua lo yang pesen sey?" Tanya fadlan
"Heem dan kalian yang habisin yak" ucap seyra tanpa dosa
"Yaampun seyra ini banyak banget" ucap nadine
Disisi lain
"Sekaya apa sih seyra sampe beli makanan sebanyak itu apalagi ini kafe yang mahal" batin ana
"Gua aja mau pesan banyak gitu harus hitung uang dulu" batin kevin
"Uang dari mana dia?" Batin kenzo
"Udahlah mumpung ditraktir sultan" ucap nadine yang suaranya agak ditinggikan
Mereka makan dengan tenang dan beberapa menit lagi akan selesai
"Hai seyra" ucap seorang wanita
"Apa?!" Tanya seyra
"Oh gapapa kok aku cuma mau tanya kamu bisa beli makanan sebanyak ini uang dari mana?" Tanya ana ya orang yang menyapa dan datang ke mejanya adalah ana
"Yang pastinya bukan urusan lo kan" ucap seyra
"Kalo orang tanya baik baik tuh jawabnya juga baik baik" ucap kevin sarkas
"Lo siapa ya?datang datang ngajak ribut aja,dan buat lo urusannnya sama lo apa?yang terpenting nih ya gua kerja keras buat hidup gua dan itu semua gak ada urusannya sama lo,jadi paham kan?!" Ucap seyra
"Oh pasti lo ngejalang terus ya" ucap angga
"Emang lo pernah tau gua diclub mana? Hee kalo gak tau apa apa mending diam anak nakal" ucap seyra
Saat angga ingin menampar seyra ada sebuah tangan yang mengalanginya seorang pria menggunakan topeng
"Jangan pernah menyakiti gadisku" ucapnya bisik pada angga dan melintir tangannya seketika dari aura yang dikeluarkannya membuat ruangan terasa dingin,disaat semua orang sedang syoknya orang tersebut berlari meninggalkan kafe
Seyra yang menyadari orang tersebut berlari meninggalkan kafe menyusulnya dan berteriak
"XIO" teriak seyra membuat pria itu terhenti dan memandang seyra
"Lo xio kan?!" Ucap seyra
Seyra segera memeluk xio seketika ingat dijaket yang pria itu kenakan ada lambang MR.X
"Jadi lo yang selama ini nglindungi gue?" Tanya seyra membuat pria itu mengangguk
"Tunggu!" Ucap seyra segera menuju mobilnya dan mengambil jaket yang sempat ia beli couple dulu
"Ini buat kamu dijaga ya sampai kamu benar benar mau nampakan diri kamu dihadapan aku" ucap seyra dengan berkaca kaca
Pria itu langsung memeluk seyra kembali dan berbisik
"Secepatnya aku akan nampakkan diriku dihadapan kamu ra" ucap pria itu lalu pergi meninggalkan seyra
"io ara kangen"batin rara
"Seyra,lo gapapa kan?" Tanya nadine
"Gua gapapa yuk balik" ucap seyra membuat nadine dan fadlan saling pandang
"Sey lo kenal sama yang tadi?" Tanya fadlan ketika mereka sampai tempat parkiran
"Cinta pertama sekaligus sahabat masa kecil gua yang selama ini pergi ternyata ngejagain gua dari jauh" ucap seyra tak terasa air matanya menetes
"Lo yang sabar ya pasti suatu saat dia selalu ada buat lo" ucap nadine memberi semangat seyra
"Yaudah gua pulang duluan ya" ucap seyra sembari tersenyum kearah nadine dan fadlan
"Byee" ucap nadine dan fadlan serempak
Seyra pulang kemansionnya bukan kemansion smith karna ia ingin menenangkan pikirannya tentang xio
Seyra memutuskan untuk istirahat