Ketukan dari balik pintu memaksa Zacky melayangkan pandangannya dari layar komputer menuju pintu. Di detik berikutnya Yuri menyembulkan kepala dan bicara. "Bisa aku bicara sebentar?" Suaranya terdengar pelan tapi tegas. Ia juga bersikap informal walau tahu sedang berhadapan dengan Zacky sebagai Direktur. Terkejut melihat kehadiran Yuri, Zacky bangkit. "Kau dari mana saja? Kenapa baru datang sekarang?" Kini pandangan melirik arloji. Yuri telat 30 menit dari jam kerja. “Maaf.” Setelah memastikan pintu itu tertutup rapat, Yuri melangkah mendekat ke arah meja kerja Zacky. Ia sempat melirik mejanya masih ada di sana. "Kenapa tadi malam kau pergi?" Zacky kembali duduk, ia mengungkit kejadian tadi malam. Menurutnya masalah mereka belum berakhir, ia ingin membahasnya sekarang agar urusannya

