Innocent Face

2092 Kata

Benar saja, karena Yoga tidak mengetahui tempat tinggal Sania dan tidak mungkin membawanya ke rumah, ia terpaksa menyewa sebuah kamar di hotel bintang tiga yang terdekat. Tiba di kamar yang tersedia satu ranjang berukuran queen, sofa dan kamar mandi, ia membaringkan tubuh Sania di atas ranjang. Tiba-tiba Sania menarik kuat kerah kemeja Yoga dan membuat menindihnya. “Jangan pergi.” Ia mengatakannya dengan tatapan sayu dan memperlihatkan ratapan kesedihan. Sesuatu yang ia sembunyikan dari orang lain selama ini. “Temani aku. Aku … tidak mau sendiri.” Yoga bingung. Semenjak mereka berciuman tadi, ia merasa bersalah terhadap Hani. Merasa sudah menjadi pengkhianat, pria b******n atau apa pun namanya yang sebenarnya dirinya tidak seperti itu. Ia tipe pria yang setia pada satu wanita karena tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN