"Aku udah nggak perawan." Dahi Dean sedikit berkerut. Ia memundurkan punggung dengan mata menatap lekat. "Nggak mungkin." "Kenapa nggak?" Salah satu tangan Dean kini bertumpu pada meja makan. "Aku tahu gimana kamu dulu." Mendengar jawaban Dean, Naya tertawa sinis. "Dulu yang kamu maksud itu udah bertahun-tahun yang lalu. Emangnya kamu lupa kita pernah foreplay." Dean hanya menghela napas. Mungkin dulu memang Naya pernah memaksanya untuk meniduri wanita itu. Namun Dean tahu persis jika dulu Naya melakukan itu karena marah. "Masih nggak percaya? Mau bukti?" tanya Naya dengan mata menantang. "Bukti." "Iya bukti." Tangan kanan Naya terulur ke depan. Dia menyentuh d**a Dean yang tak lagi terlapisi celemek. Sentuhan itu dia turunkan perlahan membentuk garis lurus. Dean hanya men

