Naya sedang mencuci tangan saat bahunya diusap pelan. Ia hendak menoleh, namun segera ditahan oleh Dean. Selanjutnya, sebuah kalung dilingkarkan ke lehernya. Ia perlu sedikit menunduk untum melihat liontin di kalung itu. "Nih, kalung yang bikin salah paham. Maaf aku baru bisa ngasih sekarang," ujar Dean. Ia membalik tubuh Naya dan tersenyum melihat kaling itu tampak cocok dengannya. Naya mengusap pelan liontin itu. "Masih kepikiran?" "Kepikiran apa?" "Nggak tau juga. Tapi muka kamu kayak masih belum lega." Tangan Dean memindahkan anak rambut Naya ke belakang telinga. "Mungkin cuma ngebayangin apa yang akan terjadi kalau nggak ada salah paham di antara kita." "Hmmm..." Dean mengerutkan dahi. "Kamu mungkin udah nikah sama lelaki lain." "Kok gitu?" "Kamu dulu minta aku buat pura

