25. Mencoba

1476 Kata

"Itu kan pas tiga tahun Imel meninggal, maklum kalau Dean datang ke makamnya. Gimana pun kan Imel pernah jadi istrinya." "Bukan masalah datang ke makam, tapi masalah bohongnya itu, lho." Alma menyahut ucapan Farha. "Sekecil apapun itu, kalau bohong ya bohong. Emang kalau suami kamu bohong kamu nggak marah?" "Tergantung, sih. Tapi kalau bohong sampai ninggalin aku berhari-hari juga nggak mau." "Kesannya kayak aku nggak dihargain. Mana pakai ngomong 'penting ya, Nay?' Kalau nggak penting ngapain dari awal minta izin? Kalau Mas Dean ngomong mau ke makamnya Imel juga aku nggak akan ngelarang," gerutu Naya sebelum menempelkan sedotan ke bibir. Farha menyedot minuman kemasan yang ia pegang. Kisah rumah tangga Naya semakin lama semakin mirip drama. "Emang pas dia minta izin ke Amerika kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN